Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 7. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 November 2020

Materi Kelas 7 PJOK minggu 13



2. Aktivitas Pembelajaran Pola Pembentukan Gerak Pencak Silat

Pembentukan gerak merupakan awal dalam melakukan pembelaan maupun serangan. Pembentukan gerak terdiri dari pembentukan arah dan langkah.

a. Aktivitas pembelajaran pembentukan arah 
Amati dan peragakan gerakan pembentukan arah dalam pencak silat berikut ini

Arah adalah sasaran dalam melakukan gerakan, baik pada waktu melakukan pembelaan maupun serangan. Arah dikenal dengan delapan penjuru mata angin. Langkah dilakukan pada arah tertentu sesuai dengan keperluannya.

b. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik pembentukan langkah
Langkah adalah perubahan injakan kaki dari suatu tempat ke tempat lainnya. Langkah dapat dilakukan lurus, silang/serong. Cara melakukannya bisa dengan cara diangkat, geseran, ingsutan, lompatan dan loncatan. Amati dan peragakan gerakan pembentukan langkah dalam pencak silat berikut ini.



3. Aktivitas Pembelajaran Gerak Spesifik Pembelaan dalam Pencak Silat
Pembelaan pencak silat tidak mungkin mendapatkan teknik yang baik dan benar tanpa memahami dan mempraktikkan pembelajrannya. 

a. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik elakan
Elakan dilakukan dengan cara memindahkan sasaran dari arah serangan. Arah elakan dilakukan sesuai dengan arah delapan penjuru mata angin. Elakan dapat dilakukan dengan cara berikut ini.
1) Elak hadap yaitu mengelak dengan memindahkan kaki belakang sehingga badan menghadap lawan. 2) Elak samping, yaitu mengelak dengan cara memindahkan kaki ke samping dan posisi badan dimiringkan.
3) Elak angkat kaki, yaitu dilakukan dengan mengangkat salah satu kaki kiri dari sasaran penyerangan. 4) Elak kaki silang, yaitu dilakukan dengan menyilangkan kaki ke samping atau serong. Amati dan peragakan gerakan elakan dalam pencak silat berikut ini.











Minggu, 01 November 2020

Kamis, 15 Oktober 2020

Materi PJOK Kelas 7 minggu Ke 11



Aktivitas Pembelajaran Atletik Melalui Tolak Peluru (The Shot Put)

Tolak peluru merupakan salah satu nomor yang terdapat dalam nomor lempar pada cabang olahraga atletik. Sesuai dengan namanya, maka tolak peluru dilakukan tidak dilempar akan tetapi ditolak/didorong. Hal ini sesuai pula dengan peraturan, bahwa peluru itu harus didorong atau ditolak dari bahu dengan satu tangan. Tolak peluru adalah suatu bentuk gerakan menolak atau mendorong suatu alat bundar (peluru) dengan berat tertentu yang terbuat dari logam, yang dilakukan dari bahu dengan satu tangan untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya. Berat peluru yang digunakan dalam perlombaan adalah 7,25 kg (untuk putera) dan 4 kg (untuk wanita).

1. Aktivitas Pembelajaran Gerak Spesifik Tolak Peluru

Gaya tolak peluru yang sering digunakan pada tolak peluru, yaitu gaya lama atau gaya ortodoks dan gaya baru atau gaya O`Brian. Kalau ada gaya lain hanyalah merupakan variasi dari kedua gaya tersebut. Tujuan tolak peluru adalah menolak sejauh-jauhnya untuk memperoleh prestasi yang optimal. Untuk mencapai tolakan yang jauh, seorang atlet harus memahami dan menguasai teknik tolak peluru. Prinsip dasar tolak peluru ada empat macam, yaitu: memegang peluru, sikap badan saat akan menolakkan peluru, cara menolakkan peluru, dan sikap badan setelah menolakkan peluru. Keempat prinsip dasar tolak peluru tersebut akan diuraikan satu-persatu berikut ini.

a. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik memegang peluru

Amati peragaan cara memegang peluru dalam aktivitas prinsip dasar tolak peluru berikut ini.

1) Peluru dipegang dengan jari-jari tangan dan terletak pada telapak tangan bagian atas.
2) Peluru diletakkan pada telapak tangan bagian atas atau pada ujung telapak tangan yang dekat dengan jari-jari tangan. 
3) Jari-jari tangan direnggangkan atau dibuka (jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk) dipergunakan untuk menahan dan memegang peluru bagian belakang. 
4) Jari kelingking dan ibu jari digunakan untuk memegang/menahan peluru bagian samping, yaitu agar peluru tidak tergelincir ke dalam atau ke luar. 
5) Setelah peluru tersebut dapat dipegang dengan baik, kemudian letakkan pada bahu dan menempel (melekat) di leher. Siku diangkat ke samping sedikit agak serong ke depan. 
6) Pada waktu memegang dan meletakkan peluru pada bahu, usahakan agar keadaan seluruh badan dan tangan jangan sampai kaku, tetapi harus dalam keadaan lemas (rileks). Tangan dan lengan yang lain membantu menjaga keseimbangan.


b. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik sikap badan saat akan menolak peluru
Amati dan peragakan gerakan sikap badan saat akan menolak peluru berikut ini.
1) Berdiri tegak menyamping ke arah tolakan, kedua kaki dibuka. 
2) Kaki kiri lurus ke depan, kaki kanan dengan lutut dibengkokkan ke depan sedikit agak serong ke samping kanan.
3) Berat badan berada pada kaki kanan, badan agak condong ke samping kanan. Tangan kanan memegang peluru pada bahu (pundak), tangan kiri dengan sikut dibengkokkan berada di depan sedikit agak serong ke atas lemas. 
4) Tangan kiri berfungsi untuk membantu dan menjaga keseimbangan. Pandangan tertuju ke arah tolakan.


c. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik menolakkan peluru
Amati dan peragakan gerak spesifik menolakkan peluru berikut ini.
1) Bersamaan dengan memutar badan ke arah tolakan, siku ditarik serong ke atas ke belakang (ke arah samping kiri), pinggul dan pinggang serta perut diputar ke depan agak ke atas hingga dada terbuka menghadap ke depan serong ke atas ke arah tolakan. Dagu diangkat atau agak ditengadahkan, pandangan tertuju ke arah tolakan. 
2) Saat seluruh badan (dada) menghadap ke arah tolakan, secepatnya peluru tersebut ditolakkan sekuat-kuatnya ke atas ke depan ke arah tolakan (parabola) bersamaan dengan bantuan tolakan kaki kanan.


d. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik sikap badan setelah menolakkan peluru
Sikap badan setelah menolakkan peluru, yaitu suatu bentuk gerakan setelah peluru ditolakkan lepas dari tangan, dengan maksud untuk menjaga keseimbangan badan, agar badan tidak terjatuh ke depan atau ke luar dari lapangan tempat untuk melakukan tolakan.
Amati dan peragakan gerakan badan setelah menolakkan peluru berikut ini.
1) Setelah peluru yang ditolakkan atau didorong tersebut lepas dari tangan, secepatnya kaki yang dipergunakan untuk menolak itu diturunkan atau mendarat (kaki kanan) kira-kira menempati tempat bekas kaki kiri (kaki depan), dengan lutut agak dibengkokkan. 
2) Kaki kiri (kaki depan) diangkat ke belakang lurus dan lemas untuk membantu menjaga keseimbangan. 
3) Badan condong ke depan, dagu diangkat, badan agak miring ke samping kiri, pandangan ke arah jatuhnya peluru. 
4) Tangan kanan dengan sikut agak dibengkokkan berada di depan sedikit agak di bawah badan, tangan/lengan kiri lemas lurus ke belakang untuk membantu menjaga keseimbangan.







Minggu, 04 Oktober 2020

Materi PJOK Kelas 7 minggu 9



C. Aktivitas Pembelajaran Atletik Lari Jarak Pendek

Perlombaan lari jarak pendek dalam dunia atletik sering disebut sebagai lari sprint atau lari cepat. Seorang pelari jarak pendek biasanya dipanggil dengan sebutan sprinter. Nomor lari jarak pendek yang diperlombakan pada event internasional, jika diadakan di lapangan terbuka (outdoor), meliputi nomor lari 100 m, 200 m, dan 400 m. Lari jarak pendek yang dilombakan di lapangan tertutup (indoor) meliputi, lari 50 m, 60 m, 200 m, 400 m. Lari cepat ialah lari yang diperlombakan dengan cara berlari secepat-cepatnya (sprint) yang dilaksanakan di dalam lintasan lari menempuh jarak 100 m, 200 m dan 400 m. Lari cepat dapat dilakukan baik oleh pelari putra maupun putri. Di dalam lomba lari cepat setiap pelari tidak diperbolehkan keluar lintasannya masing-masing. Kunci pertama yang harus dikuasai oleh pelari jarak pendek/sprint adalah start atau pertolakan. Keterlambatan atau ketidaktelitian pada waktu melakukan start sangat merugikan pelari jarak pendek (sprinter). Oleh sebab itu, cara melakukan start yang baik harus benar-benar diperhatikan dan dipelajari serta dilatih secermat mungkin.

1.  Aktivitas Pembelajaran Gerak Spesifik Start Lari Jalan Pendek
Amati dan peragakan gerakan start lari jarak pendek berikut ini.
a. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik start panjang (long start)
Cara melakukannya berikut ini.
1) Sikap jongkok rileks. 
2) Lutut kaki kanan menempel di tanah. 
3) kaki kiri berada di depan dengan posisi jinjit
4) Kedua tangan menempel di atas garis start dengan membentuk huruf ‘ v ‘ terbalik. 
5) Pandangan rileks ke depan, konsentrasi pada aba-aba start berikutnya.
b. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik start menengah (medium start)
Cara melakukannya berikut ini.
1) Sikap jongkok rileks. 
2) Lutut kaki kanan menempel di tanah 
3) kaki kiri berada di samping lutut kaki kanan dengan jarak 1 kepal
4) Kedua tangan menempel di atas garis start dengan membentuk huruf ‘ v ‘ terbalik. 
5) Pandangan rileks ke depan, konsentrasi pada aba-aba start berikutnya.
c. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik start pendek (short start)
Cara melakukannya berikut ini. 
1) Sikap jongkok rileks. 
2) Lutut kaki kanan menempel di tanah. 
3) kaki kiri berada diantara kaki kanan dan lutut kaki kanan
4) Kedua tangan menempel di atas garis start dengan membentuk huruf huruf ‘ v ‘ terbalik.

2. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik start jongkok dengan aba-aba start lari jarak pendek
Dalam melakukan start jongkok, ada tiga tahapan yang disesuaikan dengan aba-aba.
a. Aktivitas Pembelajaran Gerak Spesifik Aba-aba “Bersedia” 
Amati dan peragakan gerakan start lari jarak pendek aba-aba “Bersedia”, berikut ini.
1) Satu lutut diletakkan di tanah dengan jarak ± satu jengkal dari garis start.  Kaki satunya diletakkan tepat di samping lutut yang menempel tanah ± satu kepal.
 2) Badan membungkuk ke depan, kedua tangan terletak di tanah di belakang garis start, keempat jari rapat, ibu jari terbuka (membentuk huruf ‘ v ‘ terbalik). 
3) Kepala ditundukkan, leher rileks, pandangan ke bawah dan konsentrasi pada aba-aba berikutnya.

b. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik aba-aba “siap”
Amati dan peragakan gerakan start lari jarak pendek aba-aba “siap”, berikut ini.
1) Lutut yang menempel di tanah diangkat, panggul diangkat lebih tinggi dari bahu dan berat badan dibawa ke depan, kaki belakang membentuk sudut 120 derajat, sedangkan kaki depan  membentuk sudut 90 derajat.
 2) Kepala tetap tunduk, leher rileks, pandangan ke bawah dan konsentrasi pada aba-aba berikutnya.

c. Aktivitas Pembelajaran Gerak Spesifik Aba-aba “Ya”
Amati dan peragakan gerakan start lari jarak pendek aba-aba “ya”, berikut ini. 
1) Menolak ke depan dengan kekuatan penuh atau gerakan meluncur, tetapi jangan melompat. 
2) Badan tetap condong ke depan disertai dengan gerakan lengan yang diayunkan.
3) Dilanjutkan dengan gerakan langkah kaki pendek-pendek, tetapi cepat agar badan tidak jatuh ke depan (tersungkur)







Minggu, 20 September 2020

Materi PJOK Kelas7 minggu ke 7

 

C. Aktivitas Permainan Bola Kecil Melalui Permainan Tenis Meja

1.  Pengertian dan Asal Usul Permainan Tenis Meja

Tenis meja merupakan cabang olahraga yang dimainkan di dalam gedung (indoor game) oleh dua pemain atau empat pemain. Cara memainkannya dengan menggunakan net yang dilapisi karet untuk memukul bola celluloid melewati jaring di atas meja yang dikaitkan pada dua tiang jaring. Permainan tenis meja atau lebih dikenal dengan istilah lain, yaitu ping pong adalah merupakan suatu cabang olahraga yang unik dan bersifat rekreatif. Tenis meja berasal dari Eropa, pada abad pertengahan sebagai kombinasi dari permainan tenis kuno, law tenis dan badminton. Mulai populer di Inggris pada pertengahan abad ke-19 dengan beberapa nama seperti pingpong, gossima dan whiff-whaff dikreasikan sebagai permainan hiburan setelah makan malam, lengkap dengan berbusana bagi penggemarnya. Permainan ini mendapatkan wadah resmi yang mengatur pertenis mejaan dunia pada tanggal 15 Januari 1926 atas prakarsa Dr. Goerge Lehman dari Jerman. Tenis meja masuk ke Indonesia sekitar tahun 1930-an dan hanya dilakukan di tempat-tempat pertemuan umum orang Belanda, yang dikenal dengan nama societeit. Sekitar tahun 1940-an, sudah mulai masuk ke masyarakat Indonesia melalui golongan pamong dan ambtenaar-ambtenaar (pegawai negeri) Indonesia. Pada tahun yang sama PTMSI menjadi anggota dari Table Tennis Federation of Asia, disingkat TTFA. Beberapa kejuaraan Asia yang diselenggarakan oleh TTFA telah diikuti oleh PTMSI, terutama yang diselenggarakan di Singapura dan Manila. Pada tahun 1961 PTMSI resmi menjadi anggota International Table Tennis Federation, disingkat ITTF, sebagai negara anggota ke-73. Sebagai anggota ITTF, dibandingkan dengan keanggotaan pada TTFA, sebaliknya PTMSI tidak pernah absen di dalam kejuaraan-kejuaraan dunia yang diselenggarakan sejak tahun 1963, di mana pun penyelenggaraannya dilaksanakan.  Partisipasi pertama bagi PTMSI adalah di Praha pada tahun 1963, yang diikuti baik putera maupun puteri dengan hasil peringkat ke-34 bagi putera dan ke-31 bagi puteri.

2.  Perlengkapan dan Lapangan Permainan Tenis Meja

a.            Raket/Bet            permainan          tenis      meja

1) Ukuran berat, bentuk net, tidak ditentukan, tetapi daun net harus datar dan kaku. 2) Ketebalan daun net, minimal 85 % harus terbuat dari kayu alam; dapat dilapisi dengan bahan perekat yang berserat seperti fiber karbon atau fiberglass atau dari bahan kertas yang dipadatkan, bahan tersebut tidak lebih dari 7,5 % dari total ketebalan 0,35 mm, adalah merupakan bagian yang sangat sedikit/tipis. 3) Sisi daun net yang digunakan untuk memukul bola, harus ditutupi oleh karet berbintik biasa, atau karet berbintik yang menonjol keluar; namun memiliki ketebalan termasuk lapisan lem perekat tidak lebih dari 2 mm, atau karet datar (bukan berbintik ke luar) dengan karet berbintik ke dalam harus memiliki ketebalan tidak melebihi dari 4 mm termasuk lem perekat.

b.                            Lapangan             Permainan          Tenis      Meja



3.  Aktivitas pembelajaran bermain tenis meja

Pada dasarnya gerak spesifik permainan tenis meja dapat dibagi menjadi empat, yaitu : (1) Gerak memegang bet (grip), (2) Gerak siap sedia (stance), (3) Gerakan kaki (footwork), dan (4) Gerakan pukulan (stroke). Tanpa penguasaan teknik dasar bermain tenis meja dengan baik, kamu tidak mungkin dapat bermain tenis meja dengan baik pula. Sekarang coba kamu baca berbagai gerak spesifik permainan tenis meja dengan cermat, kemudian bermainlah bersama-sama temanmu untuk mempraktikkan berbagai jenis gerak spesifik yang ada dalam buku ini, kemudian diskusikan cara bermain yang baik. Permainan tenis meja akan berhasil dengan baik apabila kamu terampil melakukan teknik bermain tenis meja.

a. Aktivitas Pembelajaran Memegang Bet

Memegang bet merupakan faktor yang sangat penting dalam permainan tenis meja. Secara garis besar pegangan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

1) Aktivitas pembelajaran memegang bet seperti berjabatan tangan (shakehand grip)


Pegangan shakehand sangat populer terutama di negara-negara Eropa atau dunia barat. Dengan pegangan ini seorang pemain dapat menggunakan kedua sisi bet. Gambar berikut menunjukkan pegangan shakehand baik sisi forehand maupun sisi backhand. Amati cara memegang bet seperti berjabatan tangan (shakehand grip) permainan tenis meja berikut ini.

2) Aktivitas pembelajaran memegang bet seperti memegang tangkai pena (penhold grip)

Penhold grip atau pegangan tangkai pena dikenal pula dengan pegangan Asia, walaupun akhirnya kebanyakan pemain Asia banyak menggunakan pegangan shakehand.  Pada pegangan ini hanya satu sisi bet yang dapat digunakan

b.            Aktivitas               pembelajaran    gerak     spesifik siap        sedia      (stance)

Stance di sini berarti : Posisi kaki, badan dan tangan pada saat siap menunggu bola atau pada saat memukul bola. Ada dua bentuk stance utama yang biasa digunakan dalam permainan tenis meja, yaitu:

1) Aktivitas pembelajaran square stance

Square stance adalah posisi badan menghadap penuh ke meja, biasanya posisi ini digunakan untuk siap menerima servis dari lawan atau siap kembali setelah mengembalikan pukulan dari lawan.

2) Aktivitas pembelajaran side stance

Side Stance berarti posisi badan menyamping, baik ke samping kiri maupun ke samping kanan. Pada side stance, jarak antara bahu ke meja atau ke net harus ada yang lebih dekat.

c.             Aktivitas               pembelajaran    gerakan kaki        (footwork)

Footwork dalam tenis meja pada garis besarnya dibedakan untuk nomor tunggal dan nomor ganda. Footwork yang digunakan dalam permainan tunggal sudah otomatis digunakan dalam permainan ganda. Jika dilihat dari banyaknya langkah footwork, untuk tunggal dapat dibedakan: satu langkah, dua langkah dan tiga langkah atau lebih.  Arah pergerakannya bisa ke depan, ke belakang, ke samping kiri, ke samping kanan atau diagonal.

d.            Aktivitas               pembelajaran    gerak     spesifik pukulan                permainan          tenis      meja

Terdapat beberapa gerak spesifik pukulan dasar dalam permainan tenis meja antara lain: (1) push, (2) drive, (3) block, (4) chop, dan (5) servis. Kelima gerak spesifik pukulan tersebut dapat dijelaskan satu per satu berikut ini.

1)                            Aktivitas               pembelajaran    gerak     spesifik pukulan                                push

Push adalah gerakan memukul bola dengan gerakan mendorong dan sikap bet terbuka. Push biasanya digunakan untuk mengembalikan pukulan-pukulan push itu sendiri dan pukulan-pukulan chop. Gambar berikut adalah gerakan forehand dan backhand push.

Minggu, 06 September 2020

Materi PJOK Kelas 7 Minggu ke 6





B. Aktivitas Permainan Bola Kecil Melalui Permainan Bulu tangkis 

1 Pengertian dan Asal Usul Permainan B ulu Tangkis 

Bulu tangkis adalah cabang olahraga yang termasuk ke dalam kelompok olahraga permainan. Permainan bulu tangkis dapat dimainkan di dalam maupun di luar lapangan, di atas lapangan yang dibatasi dengan garis-garis dalam ukuran panjang dan lebar tertentu. Lapangan bulu tangkis dibagi menjadi dua sama besar dan dipisahkan oleh net. Alat yang dipergunakan adalah sebuah raket sebagai alat pemukul serta shutlecock sebagai bola yang dipukul. Menurut sejarah, permainan bulu tangkis berasal dari permainan yang bernama Poona dan berasal dari India. Oleh beberapa perwira tentara Kerajaan Inggris yang menjajah India pada waktu itu, permainan ini dibawa ke Inggris dan dikembangkan di sana. Pada tahun 1873, permainan ini dimainkan di taman istana milik Duke de Beaufort di Badminton Gloucerter Shore, hingga karenanya permainan ini kemudian diberi nama badminton. Badminton atau bulu tangkis kemudian berkembang di banyak negara dan masuk ke Indonesia dibawa oleh orang-orang Belanda. Karena perkembangannya sangat pesat, maka didirikan organisasi internasional untuk mengatur kegiatan bulu tangkis internasional dan diberi nama International Badminton Federation (IBF) pada tanggal 5 Juli 1934 yang beranggotakan persatuan-persatuan bulu tangkis dari beberapa negara. Di Indonesia dibentuk organisasi induk tingkat nasional, yaitu Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada tanggal 5 Mei 1951. Kemudian pada tahun 1953, Indonesia menjadi anggota IBF dan dengan demikian berhak untuk mengikuti pertandingan-pertandingan internasional. 

2. Perlengkapan dan lapangan bermain bulu tangkis 

Perlengkapan yang dibutuhkan dalam permainan bulu tangkis antara lain: 

a. Raket (Pemukul) 

Raket merupakan alat pemukul yang sangat ringan dan kuat. Beratnya kurang dari 150 gram. Jenis-jenis raket yang dipergunakan dalam bermain bulu tangkis, antara lain berikut ini. 

1) Raket yang berat di bagian atas (kepala). 

2) 2 Raket yang berat di bagian pegangan (handle). 

3) 3) Raket yang seimbang cocok untuk pemain (allround). 

4) 4) Bahan raket : 

a) Terbuat dari kayu seluruhnya. 

b) Terbuat dari kayu dan aluminium. 

c) Terbuat dari aluminium seluruhnya. 

d) Terbuat dari fiberglass. 

e) Terbuat dari arang (carbonex). 



b. Shuttlecock 

Terdiri dari bagian kepala dan bulu. Shuttlecock yang baik menggunakan gabus sebagai kepala dan dibungkus dengan kulit yang tipis dan kuat. Beratnya antara 73–85 grains (4,73–5,50 gram) dan harus mempunyai 14-16 helai bulu yang ditancapkan ke dalam gabus yang bergaris 1-1/8 inch atau 25-28 milimeter. Bulunya harus berukuran 64-74 mm dari ujung atas sampai ke bagian yang rata pada gabus. Garis tengah atau diameter bagian atas shuttlecock 54-56 mm dan harus diikat dengan benang secara kuat atau bahan lain yang kuat. 

c. Lapangan 

Bentuk lapangan dan ukurannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 







Lantai lapangan dapat dibuat dari bahan berikut: 

1) Lantai tanah atau pasir (umumnya lapangan luar ruangan) 2) Lantai kayu (wooder court) 3) Lantai dengan karpet sintetis (porta court) 4) Lantai semen atau tegel (court) 5) Ketentuan cara pembuatan lapangan 



3. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik bermain bulu tangkis 

Dalam permainan bulu tangkis unsur utama yang harus dimiliki dan dikuasai oleh seorang pemain bulu tangkis adalah gerak dasar dalam permainan bulu tangkis. Dalam permainan bulu tangkis kemampuan servis mutlak dikuasai oleh pemain. Salah melakukan servis berarti fatal, sedangkan unggul dalam servis berarti membuka kemungkinan mendapatkan angka. Tanpa penguasaan gerak dasar bermain bulu tangkis dengan baik, kamu tidak mungkin dapat bermain bulu tangkis dengan baik pula. Sekarang baca berbagai gerak dasar permainan bulu tangkis dengan cermat, kemudian bermainlah bersama-sama temanmu untuk mempraktikkan berbagai jenis keterampilan yang ada dalam buku ini, kemudian diskusikan cara bermain yang baik. Yakinlah “kamu bisa menjadi apapun yang kamu inginkan, dengan catatan kamu serius dan sepenuh hati melakukannya” Permainan bulu tangkis akan berhasil dengan baik apabila kamu terampil melakukan teknik bermain bulu tangkis. Aktivitas pembelajaran gerak dasar bermain bulu tangkis adalah berikut ini. 

a. Aktivitas pembelajaran memegang raket (grip) 

Cara memegang raket yang baik adalah suatu cara untuk menerima dan mengembalikan segala macam pukulan dengan mudah dan bebas. Cara memegang raket ini, berikut ini: 

1) Pegangan kampak atau pegangan Inggris 

2) Pegangan geblok kasur atau pegangan Amerika 

3) Pegangan gabungan atau pegangan berjabat tangan 

4) Pegangan backhand 



b. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik pukulan permainan bulu tangkis 

Gerak dasar memukul dalam permainan bulu tangkis terdiri dari: pukulan servis, pukulan lob, pukulan drop shot, pukulan smash, dan pukulan drive. Gerak dasar pukulan adalah cara-cara melakukan pukulan pada permainan bulu tangkis dengan tujuan menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan. Gerakan dasar melakukan pukulan bulu tangkis, sikap badan dan lengan disesuaikan dengan jenis pukulan, misalnya melakukan pukulan overhead, lob, smash, dan drop shot overhead atau chop dalam sikap pengambilan hampir sama posisinya. Gerak dasar pukulan dalam permainan bulu tangkis di antaranya adalah berikut ini 

1) Aktivitas pembelajaran gerak spesifik pukulan servis 

Pembelajaran pukulan servis merupakan pukulan dengan raket yang menerbangkan shuttlecock ke kotak servis lapangan lawan secara diagonal dan bertujuan sebagai pembuka permainan dan merupakan suatu pukulan yang penting dalam permainan bulu tangkis. 

Sekarang praktikkan pukulan permainan bulu tangkis dengan cara berikut ini. Macam-macam pukulan servis antara lain: 

a) Pukulan servis pendek (Short servis) 

b) Servis panjang (Service lob) 

c) Pukulan servis drive 

d) Pukulan servis cambuk (Service flick) 

2) Aktivitas pembelajaran gerak spesifik pukulan lob atau clear 

Pembelajaran pukulan lob (clear) adalah suatu pukulan dalam permainan bulu tangkis yang dilakukan dengan tujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan. Cara melakukan gerak dasar pukulan lob atau melambung dapat dilaksanakan dengan dua cara, yaitu: 

a) Overhead lob, yaitu pukulan lob yang dilakukan dari atas kepala dengan cara menerbangkan shuttlecock melambung ke arah belakang lapangan lawan. 

b) Underhand lob, yaitu pukulan lob dari bawah yang dilakukan dengan memukul shuttlecock yang berada di bawah badan dan dilambungkan tinggi ke belakang lapangan lawan. 




Rabu, 26 Agustus 2020

Materi Kelas 7 minggu ke 5

Silahkan isi absen di bawah ini

A. Aktivitas Permainan Bola Kecil Melalui Permainan Kasti

1.  Pengertian permainan kasti

Permainan kasti merupakan olahraga permainan beregu yang dimainkan oleh dua regu. Masing-masing regu terdiri dari 12 orang pemain. Permainan ini dimainkan di lapangan berbentuk empat persegi panjang yang dibatasi oleh  garis batas dengan lebar 5 cm. Sebagai alat permainan menggunakan bola kasti dan kayu pemukul. Unsur gerak dasar permainan, yaitu melambungkan bola, menangkap bola, melempar bola, berlari, taktik dan strategi, dan peraturan permainan.

GB. Lap kasti



Keterangan gambar :

A = Tempat penjaga belakang B = Ruang pemukul C = Ruang pelambung D = Ruang bebas E = Tempat hinggap pertama F = Tempat hinggap kedua G = Tempat hinggap ketiga

2. Peraturan permainan kasti

a. Jumlah pemain Jumlah pemain terdiri atas 12 orang setiap regunya dengan menggunakan nomor 1 sampai dengan 12. Seorang sebagai ketua/kapten regu. b. Waktu permainan Waktu permainan 2 x 30 menit dibagi menjadi dua babak diselingi waktu istirahat 10 menit. c. Cara mendapatkan angka 1) setiap pemukul yang berhasil berlari menuju tiang hinggap I, II dan III lalu kembali ke ruang bebas akan mendapat nilai 1, secara bertahap. 2) apabila pukulan berhasil dengan baik dan pemukul secara langsung dapat kembali ke ruang bebas, akan mendapat nilai 2. 3) apabila regu penjaga dapat menangkap bola langsung dengan baik, akan mendapat nilai 1, untuk regu penjaga. d. Penentuan pemenang Penentuan pemenang adalah regu yang mendapat nilai terbanyak sebagai regu pemenang. e. Wasit Setiap pertandingan kasti dipimpin oleh seorang wasit, dibantu oleh tiga penjaga garis, satu orang pencatat nilai, dan pencatat waktu. f. Pergantian tempat Pergantian tempat dapat dilakukan apabila regu pemukul terkena lemparan bola sah, bola ditangkap tiga kali secara berturut-turut oleh regu penjaga, dan alat pemukul lepas ketika sedang melakukan pukulan yang menurut wasit sangat membahayakan lawan. g. Kesempatan memukul Kesempatan memukul untuk setiap pemukul yaitu satu kali, kecuali pemukul terakhir sebanyak tiga kali giliran memukul, dan dilakukan secara berurutan dari nomor 1 sampai dengan nomor 12.

 

3.  Aktivitas pembelajaran gerak spesifik permainan kasti

Permainan kasti sangat membutuhkan ketangkasan dan kecerdikan, karena hal ini sangat berpengaruh kepada pemain. Permainan ini dilakukan secara beregu. Permainan sangat membutuhkan kerja sama tim dalam setiap pertandingan. Di samping kerja sama, setiap individu dan tim harus menguasai teknik dasar permainan tersebut. Jadi, bagaimanakah cara melatih teknik dasar permainan kasti yang baik dan benar? Sebelum kamu mempelajari gerak spesifik permainan kasti, coba kamu bermain kasti yang dimodifikasi. Dalam bermain, kamu diharapkan dapat menunjukkan nilai-nilai sikap seperti: sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, dan disiplin. Sambil bermain amati dan rasakan melempar, menangkap dan memukul bola yang mana mudah dilakukan. Cara bermain kasti yang dimodifikasi berikut ini. 1) Permainan dilakukan 2 regu masing-masing regu 7-10 orang (a-b). 2) Bila regu a melakukan lambungan, maka regu b melakukan jaga. 3) Bola dilambungkan regu a yang tidak tertangkap oleh penjaga regu b, maka anggota regu yang melakukan lambungan berhak lari ke base I, II, III atau IV. 4) Bila lambungan tertangkap regu b, yang melakukan lambungan mati (dianggap gugur ke luar) dan seterusnya. 5) Lambungan bola yang tertangkap skor  satu untuk regu yang menangkap bola. 6) Lambungan bola yang tidak tertangkap skor satu untuk regu pelambung.

GB. Aktifitas kasti yang dimodifikasi



Setelah bermain kasti yang dimodifikasi, selanjutnya pelajari gerak dasar melempar dan menangkap bola permainan kasti yang benar. Gerak-gerak dasar melempar dan menangkap bola permainan kasti tersebut akan diuraikan secara lengkap berikut ini.

a.            Aktivitas               pembelajaran    gerak     spesifik melambungkan bola

Seorang pelambung bertugas melambungkan bola ke arah pemukul dengan ayunan dari bawah dengan satu tangan. Oleh karena itu, pelambung harus mampu melambungkan bola sesuai dengan permintaan pemain yang akan melakukan pukulan. Amati dan peragakan gerakan melambungkan bola berikut ini.

1)      Bola dipegang dengan tangan kanan.

2)      Menghadap ke teman yang akan memukul bola.

3)      Langkahkan kaki kanan satu langkah ke depan.

4)      Ayunkan bola dengan tangan kanan.

5)      Lambungkan bola ke depan sesuai dengan permintaan pemukul.

 

GB. Aktifitas melambungkan bola



 

b.            Aktivitas               pembelajaran    gerak     spesifik melempar            bola       ke           berbagai               arah dan berbagai kecepatan

Melempar dapat dilakukan dengan satu tangan kiri atau kanan. Sebelum bola itu dilemparkan, bola harus diarahkan pada sasaran lempar yang akan dituju, dengan arah lurus mendatar, rendah dan melambung.

1)                            Aktivitas               pembelajaran    melempar            bola       lurus/mendatar

Amati dan peragakan gerakan melempar bola lurus/mendatar berikut ini.

a)       Bola dipegang dengan tangan kanan.

b)      Menghadap ke arah sasaran lempar.

c)       Pandangan tertuju pada sasaran lempar.

d)      Kaki kiri di depan dan lutut agak ditekuk.

e)      Pegang bola dengan tangan kanan di samping kepala.

f)        Putar pinggang ke arah kanan dan tarik tangan lempar ke belakang.

g)       Lengan kiri lurus ke depan sejajar dengan bahu.

h)       Sikap badan sedikit ke belakang.

i)        Dengan melangkahkan kaki satu langkah, lemparkan bola lurus ke arah sasaran.

 

Gambar aktifitas melempar bola lurus



2)            Aktivitas               pembelajaran    melempar            bola       melambung

Amati dan peragakan gerakan melempar bola melambung berikut ini.

a) Arahkan bola dengan lemparan dari samping atas kepala.

b) Pandangan ditujukan pada arah sasaran lempar.

c) Sikap badan sedikit ke belakang.

d) Lemparkan bola dari belakang atas kepala dengan linrasan melambung.

 

Gambar aktifitas melempar bola melambung

 


3)            Aktivitas               Pembelajaran    Melempar           Bola       Rendah

Amati dan peragakan gerakan melempar bola rendah berikut ini.

a) Melangkahkan satu kaki ke depan.

b) Bola diayunkan dari belakang atas menuju ke depan bawah hingga bola itu meluncur rendah.

c) Pandangan selalu tertuju pada bola.

Gambar aktifitas melempar bola rendah

 


4)            Aktivitas               pembelajaran    melempar            bola       menggelundung

Amati dan peragakan gerakan melempar bola menggelundung berikut ini.

a)       Melangkahkan satu kaki ke depan.

b)      Bola diayunkan dari belakang atas menuju ke depan bawah hingga bola itu meluncur dan menggelundung menyusur tanah.

c)       Pandangan selalu tertuju pada bola.

 

Gambar aktifitas melempar bola menggelundung



c.             Aktivitas               pembelajaran    gerak     spesifik menangkap         bola       dari        berbagai               arah dan kecepatan

1) Aktivitas pembelajaran menangkap bola mendatar

Amati dan peragakan gerakan menangkap bola mendatar berikut ini.

a) Menghadap ke arah bola datang.

b) Kedua kaki dibuka dan lutut ditekuk.

c) Sikap badan agak condong ke depan.

d) Pandangan ke arah bola.

e) Kedua tangan mengarah ke depan.

f) Telapak tangan menghadap bola dengan membentuk mangkuk.

g) Tangkap bola dengan kedua tangan. Lalu genggam dengan jari.

h) Setelah bola tertangkap, tarik ke arah dada dengan menekuk siku.

 

Gambar aktifitas menangkap bola mendatar



2) Aktivitas pembelajaran menangkap bola melambung

Amati dan peragakan gerakan menangkap bola melambung berikut ini.

a) Perhatikan arah lambungan bola.

b) Arahkan kedua tangan pada bola.

c) Telapak tangan membentuk corong menghadap ke atas.

d) Pandangan ke arah bola datang.

e) Tangkap bola dengan kedua tangan.

Gambar aktifitas menangkap bola melambung


Tugas

Silahkan kerjakan soal pada office form di bawah ini

 

Sabtu, 08 Agustus 2020

Materi Kelas 7 PJOK minggu ke 4

Materi kelas 7 minggu ke 4 

C. Aktivitas Permainan Bola Besar Melalui Permainan Bola basket 

1. Pengertian dan Asal Usul Bola basket 

Permainan bola basket dimainkan oleh dua regu putera maupun puteri yang masing-masing regu terdiri dari 5 orang pemain. Permainan ini bertujuan mencari nilai/angka sebanyak-banyaknya dengan cara memasukkan bola ke basket lawan dan mencegah lawan untuk mendapatkan nilai. Ketika memainkan bola pemain dapat mendorong bola, memukul bola dengan telapak tangan terbuka, melemparkan atau menggiring bola ke segala penjuru dalam lapangan permainan. Untuk dapat memainkan bola dengan baik perlu melakukan gerakan dengan baik. Gerakan yang baik menimbulkan efisiensi kerja dan berkat pembelajaran yang teratur mendapatkan efektivitas yang baik pula. Permainan bola basket yang kita kenal sekarang ini diciptakan oleh Dr. James A. Naismith pada tahun 1891 atas anjuran Dr. Luther Halsey Gulick. Dr. Luther menganjurkan kepada Dr. Naismith untuk menciptakan permainan baru yang dapat dimainkan di dalam gedung, mudah dimainkan, mudah dipelajari dan menarik. Pada mulanya Dr. Naismith menggunakan keranjang sebagai sasarannya, maka permainan baru itu dinamakan “basket ball”. Pada tahun 1924 permainan bola basket didemontrasikan pada Olimpiade di Perancis. Pada tanggal 21 Juni 1932 atas prakarsa Dr. Elmer Beny, direktur sekolah olahraga di Jeneva diadakan konferensi bola basket. Dalam konferensi ini terbentuklah Federasi Bola basket Internasional yang diberi nama Federation Internationale de Basketball Amateur (FIBA). Pada tahun 1936 untuk pertama kali permainan bola basket dipertandingkan dalam Olimpiade di Jerman, yang diikuti oleh 21 negara. Permainan bola basket masuk ke Indonesia setelah Perang Dunia ke-II dan dibawa oleh para perantau Cina. Pada PON I di Surakarta bola basket telah masuk dalam acara pertandingan. Pada tanggal 23 Oktober 1951 berdirilah Persatuan Basketball Seluruh Indonesia (PERBASI). Pada tahun 1953 PERBASI diterima menjadi anggota FIBA. Pada tahun 1955 perpanjangan PERBASI diubah menjadi Persatuan Bola basket Seluruh Indonesia dengan singkatan tetap PERBASI. 

2. gambar lapangan basket 


3. Aktivitas Pembelajaran Gerak Spesifik Permainan Bola basket 

Permainan bola basket merupakan permainan yang gerakannya sangat kompleks, yaitu gabungan dari jalan, lari, lompat, serta unsur kekuatan, kecepatan, ketepatan, kelentukan, dan lain-lain. Untuk melakukan gerakan-gerakan bola basket secara baik diperlukan kemampuan dasar fisik yang memadai. Kondisi fisik yang baik akan memudahkan melakukan gerakan-gerakan yang lebih sulit (kompleks). Gerak spesifik permainan bola basket antara lain: (1) Gerak spesifik melempar dan menangkap bola, (2) Gerak spesifik menggiring bola, (3) Gerak spesifik menembak, (4) Gerak spesifik gerakan berporos, (5) Gerak spesifik LayUp shoot, dan (6) Gerak spesifik merayah/rebound 

a. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik melempar bola 

Untuk dapat melempar atau mengoperkan bola, harus dikuasai terlebih dahulu cara memegang dan menangkap bola basket. 

1) Aktivitas pembelajaran memegang bola dengan dua tangan 

Amati dan peragakan cara memegang bola permainan bola basket berikut ini. 

a) Berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu. b) Bola dipegang di antara kedua telapak tangan. c) Kedua telapak tangan melekat pada bagian samping bola sedikit ke belakang. d) Jari-jari tangan dibuka, dan bola diletakkan di depan dada. e) Pada waktu menerima atau akan mengoper bola, sikap kaki kuda-kuda. f) Badan sedikit condong ke depan dengan titik berat badan jatuh di antara kedua kaki dan lutut sedikit ditekuk. g) Selama pembelajaran, berikan koreksi gerakan yang dilakukan oleh temanmu 


Gambar cara memegang bola basket 




2) Aktivitas Pembelajaran Mengoper Bola dengan Dua Tangan dari Depan Dada (Chest Pass) 

Mengoper bola adalah salah satu usaha dari seorang pemain untuk membagi atau memberi bola kepada temannya agar dapat memasukkan bola ke keranjang lawan. Mengoper bola dengan dua tangan dari depan dada merupakan operan yang sering dilakukan dalam suatu pertandingan bola basket. Operan ini berguna untuk operan jarak pendek, karena mengoper bola dengan cara ini akan menghasilkan kecepatan, ketepatan, dan kecermatan terhadap teman yang diberi bola. Jarak lemparan 5 sampai 7 meter. Amati dan peragakan gerakan melempar bola dengan dua tangan dari depan dada permainan bola basket berikut ini. 

a) Berdiri dengan kaki dibuka selebar bahu, dan lutut sedikit ditekuk. b) Badan dicondongkan ke depan. c) Bola dipegang dengan kedua telapak tangan dan jari-jari terbuka. d) Tekuk kedua siku, dan aturlah bola setinggi dada. e) Langkahkan kaki kiri ke depan ke arah sasaran. f) Kemudian kedua lengan mendorong bola lurus ke depan. g) Selama pembelajaran, berikan koreksi gerakan yang dilakukan oleh temanmu. 

Gambar 1.43 Aktivitas pembelajaran melempar bola setinggi dada permainan bola basket 



3) Aktivitas pembelajaran mengoperkan bola dari atas kepala 

Operan ini dilakukan dengan dua tangan dan bola berada di atas kepala agak ke belakang. Untuk melakukan operan ini pada dasarnya sama dengan operan setinggi dada, hanya posisi letak bola yang berbeda, yaitu di atas kepala. 

Amati dan peragakan gerakan melempar bola dari atas kepala permainan bola basket berikut ini. 

a) Berdiri dengan kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang, lutut sedikit ditekuk. b) Bola dipegang dengan kedua tangan di atas kepala. c) Kemudian coba kamu lemparkan bola tersebut ke arah sasaran bola ke atas. d) Bola dilepaskan dengan lecutan ujung jari tangan. e) Gerakan akhir dengan meluruskan lengan searah dengan lepasnya bola. f) Selama pembelajaran, berikan koreksi gerakan yang dilakukan oleh temanmu. 

Gambar 1.44 Aktivitas pembelajaran melempar bola dari atas kepala permainan bola basket 



4) Aktivitas pembelajaran mengoperkan bola dengan pantulan 

operan pantulan dilakukan dengan dua tangan dalam posisi bola di depan dada. Operan pantulan sangat baik dilakukan untuk menerobos lawan yang 

tinggi. Bola dipantulkan di samping kiri/kanan lawan, dan teman sudah siap menangkapnya di belakang lawan. 

Amati dan peragakan gerakan mengoperkan bola dengan pantulan dalam permainan bola basket berikut ini. 

a) Secara berpasangan, berdiri berhadapan. 
b) Berdiri dengan kaki kanan di depan dan kaki kiri di belakang, lutut sedikit ditekuk. 
c) Kemudian kamu lemparkan bola dengan tolakan dua tangan menyerong ke bawah. 
d) Bola dilepaskan setinggi pinggang dan harus diarahkan pada suatu tempat (titik) kira-kira 1 meter di depan penerima. 
e) Bila berhadapan dengan lawan, maka sasaran pantulan bola berada di samping kanan/kiri kaki lawan. 
f) Selama pembelajaran, berikan koreksi gerakan yang dilakukan oleh temanmu. 



5) Aktivitas pembelajaran mengoperkan bola dari samping atas kepala 

Operan samping atas kepala (baseball pass) dilakukan dengan satu tangan. Operan ini gerakannya lebih wajar (rileks) sebab dapat lebih kuat dan lebih jauh. Oleh karena itu dapat digunakan untuk jarak sedang dan jarak jauh. 

Amati dan peragakan gerakan mengoperkan bola dari samping atas kepala dalam permainan bola basket berikut ini. 

a) Berpasangan dan berdiri berhadapan dengan jarak 10-20 meter. 
b) Berdiri dengan kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang, lutut sedikit ditekuk. 
c) Kemudian coba kamu pegang bola dengan tangan kanan, lalu dibawa ke samping telinga kanan. 
 d) Setelah itu lemparkan bola ke depan melambung ke atas. 
e) Lalu langkahkan kaki kanan ke depan bersamaan dengan gerakan lanjutan (follow through). 
f) Selama pembelajaran, berikan koreksi gerakan yang dilakukan oleh temanmu. 

Gambar 

6) Aktivitas pembelajaran mengoperkan bola lengkung samping (Kaitan) 

Operan kaitan adalah senjata yang ampuh untuk pemain berpostur pendek, dengan tujuan mengoperkan bola melewati di atas pemain lawan yang jauh lebih tinggi. Lemparan ini dapat digunakan dalam situasi-situasi sulit yang timbul akibat penjagaan yang ketat dari lawan, sedangkan operan-operan lain sulit dilakukan. 

Amati dan peragakan gerakan mengoperkan bola lengkung dari samping dalam permainan bola basket berikut ini. 

Berdiri dengan kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang, lutut sedikit ditekuk. 
b) Kemudian kamu pegang bola dengan kedua tangan di depan dada. 
c) Lalu lemparkan bola dengan gerakan mengait. 
d) Setelah bola hampir sampai di atas sisi kanan kepala, lengan agak ditekuk dan digerakkan ke arah kiri. 
e) Gerakan akhir dengan meluruskan lengan searah dengan lepasnya bola. 
f) Selama pembelajaran, berikan koreksi gerakan yang dilakukan oleh temanmu. 




Tugas 

Buatlah kesimpulan dari materi diatas 

Jangan lupa absen di kolom komentar

Sabtu, 01 Agustus 2020

Materi Kelas 7 PJOK minggu ke 3




B.  Aktivitas Permainan Bola Besar Melalui Permainan Bola voli
1.  Pengertian dan Asal Usul Bola voli
Permainan bola voli adalah suatu cabang olahraga melambungkan bola melewati di atas jaring atau net, dengan maksud dapat menjatuhkan bola di dalam lapangan permainan lawan untuk mencari kemenangan dalam bermain. Memmelambungkan dan memantulkan bola ke udara harus mempergunakan bagian tubuh mana saja (asalkan sentuhan/pantulannya harus sempurna). Permainan bola voli mulanya dimainkan untuk aktivitas rekreasi, untuk para usahawan. Permainan bola voli kemudian berkembang dan menjadi populer di daerah pariwisata dan dilakukan di lapangan terbuka, tepatnya di Amerika Serikat pada musim panas tiba. Selanjutnya berkembang ke Kanada. Melalui gerakan internasional YMCA, permainan bola voli meluas ke negara lainnya, yaitu Kuba (tahun 1905), Puerto Rico (tahun 1909), Uruguay (tahun 1912), dan Cina serta Jepang (tahun 1913). Permainan bola voli di Indonesia berkembang sangat pesat di seluruh lapisan masyarakat, sehingga timbul klub-klub di kota besar di seluruh Indonesia. Dengan dasar itulah, maka pada tanggal 22 Januari 1945 PBVSI (Persatuan Bola voli Seluruh Indonesia) didirikan di Jakarta bersamaan dengan kejuaraan nasional yang pertama. Pertandingan bola voli masuk acara resmi dalam PON II di Jakarta dan POM I di Yogyakarta. Setelah tahun 1962 perkembangan bola voli seperti jamur tumbuh di musim hujan.


3.  Aktivitas Pembelajaran Gerak Spesifik Permainan Bola voli
Permainan bola voli merupakan permainan bola besar beregu yang memerlukan keterampilan dan kerja sama yang baik. Kerja sama yang terjalin akan menghasilkan sebuah prestasi yang baik pula. Tanpa kerja sama mustahil sebuah kemenangan akan didapat. Untuk itu diperlukan teknik-teknik permainan yang beragam, baik individu maupun tim. Jadi, bagaimanakah cara mempelajari gerak dasar permainan bola voli yang benar? Gerak spesifik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal. Gerak spesifik permainan bola voli yang harus ditingkatkan keterampilannya antara lain: passing bawah, passing atas, spike, servis, dan bendungan. Sebelum mempelajari gerak spesifik permainan bola voli, cobalah bermain bola voli yang dimodifikasi. Dalam bermain, kamu diharapkan dapat menunjukkan nilai-nilai sikap seperti: sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, dan disiplin.

Cara bermain bola voli yang dimodifikasi adalah berikut ini.
1) Bentuklah regu tiap regu 3-4 orang.
2) Pasanglah seutas tali/net di tengah lapangan dengan ketinggian 1,5 – 2 meter.
3) Kemudian kedua regu membuat formasi berbanjar dan saling berhadaphadapan.
 4) Mula-mula regumu melempar bola ke lapangan lawan.
5) Kemudian regu lawan berusaha mengembalikannya dengan menggunakan passing atas.
 6) Pemain yang telah passing bola, kemudian berlari berpindah ke lapangan lawan.
7) Lakukan aktivitas pembelajaran ini berulang-ulang secara bergantian.
 8) Bola tidak boleh sampai menyentuh tali atau bola terjatuh.
9) Selama pembelajaran ini, amati dan rasakan perkenaan bola dengan telapak tanganmu, dan tenaga yang disalurkan ke bola sehingga bola memantul dengan baik.
10) Selama pembelajaran, berikan koreksi gerakan yang dilakukan oleh temanmu.

Setelah kamu bermain bola voli yang dimodifikasi, selanjutnya mempelajari gerak spesifik passing bawah permainan bola voli yang benar. Gerak spesifik passing bawah permainan bola voli tersebut akan diuraikan secara lengkap berikut ini.

a.    Aktivitas pembelajaran gerak spesifik passing
Passing adalah mengoperkan bola kepada teman seregunya dengan gerak tertentu, sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan.
1)    Aktivitas pembelajaran gerak spesifik passing bawah
Amati dan peragakan gerakan passing bawah permainan bola voli berikut ini.
a) Berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu dan lutut ditekuk.
b) Rapatkan dan luruskan kedua lengan di depan badan hingga kedua ibu jari sejajar.
 c) Lakukan gerakan mengayunkan kedua lengan secara bersamaan dari bawah ke atas           hingga setinggi bahu.
 d) Saat bola tersentuh kedua lengan kedua lutut diluruskan.
 e) Perkenaan bola yang baik tepat pada pergelangan tangan.


b. Aktivitas pembelajaran servis bawah
Pada mulanya servis hanya merupakan pukulan pembukaan untuk memulai suatu permainan. Sesuai dengan kemajuan permainan, servis ditinjau dari sudut taktik merupakan suatu serangan awal untuk mendapat nilai agar suatu regu berhasil meraih kemenangan. Keberhasilan suatu servis tergantung pada kecepatan bola, lintasan perputaran bola dan penempatan bola ke tempat kosong atau yang menyulitkan pemain lawan untuk mengembalikan bola.
1) Aktivitas pembelajaran servis bawah
Servis bawah adalah servis yang sangat sederhana dan diajarkan terutama untuk pemain pemula. Gerakannya lebih alamiah dan tenaga yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Amati dan peragakan gerakan servis bawah permainan bola voli berikut ini.
a) Berdiri dengan kaki kiri di depan, kaki kanan di belakang.
b) Bola dipegang oleh tangan kiri.
c) Kemudian lambungkan bola setinggi bahu.
d) Lalu pada saat yang bersamaan lengan kanan diayunkan ke belakang, selanjutnya pukul bola dengan tangan kanan.
e) Perkenaan bola tepat pada tangan, dan telapak tangan menghadap ke arah bola.
f) Pukulan dilakukan dengan tangan dalam keadaan mengepal.
g) Setelah bola dipukul, diteruskan dengan melangkahkan kaki kanan ke depan




Gerak Spesifik Mengumpan (Passing) Atas Bola voli/Mengumpan Atas Bola

Tahapan Pembelajaran

(1) Persiapan: berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu, kedua lutut direndahkan hingga berat badan bertumpu pada ujung kaki bagian depan, posisi lengan di depan badan dengan kedua telapak tangan dan jari-jari renggang sehingga membentuk seperti mangkuk di depan atas muka (wajah).

(2) Gerakan: dorong kedua lengan ke arah datangnya bola bersamaan kedua lutut dan pinggul naik serta tumit terangkat. Usahakan arah datangnya bola tepat di tengah-tengah atas wajah. Perkenaan bola yang baik adalah tepat mengenai ujung jari-jari tangan.

(3) Akhir gerakan: tumit terangkat dari lantai, pinggul dan lutut naik serta kedua lengan lurus, pandangan mengikuti arah gerakan bola. Gerakan ini merupakan gerak dasar (fundamental) dari gerak mendorong.




Pengertian block sendiri ialah suatu bentuk upaya yang dilakukan oleh pemain bola voli untuk membendung serangan / smash yang dilancarkan oleh pemain lawan.

Untuk bisa melakukan teknik block dengan rapi dan tentunya berhasil menghalau serangan pemain lawan, maka diperlukan latihan yang rutin dan harus punya kemampuan yang terbilang keras.

Dalam melakukan blocking, ada hal-hal yang perlu kamu latih untuk mendapatkan hasil yang semakin bagus dalam menghalau serangan lawan. Berikut ini langkah-langkah dalam melakukan blocking yang perlu kamu latih:
  1. Bergerak untuk memposisikan diri ke dekat net dan menghadap ke arah bola voli yang akan di-smasi oleh pemain lawan.
  2. Melakukan sikap siap untuk mem-block atau melakukan blocking akan bola yang di-smash oleh pemain lawan.
  3. Melakukan jumping atau meloncat dengan kedua kaki melakukan tolakan secara bersamaan, lalu menjangkau bola untuk dihadang atau dibendung dengan kedua tangan.
  4. Mendarat dan kembali ke sikap siap.

Dari keempat langkah tersebut, maka kamu harus memperhatikan setiap gerakannya secara detail agar pertahanan tim bisa menjadi lebih kuat dan tidak mudah untuk dibobol atau dijebol oleh tim lawan.

Tugas Kelas 7
Tugas dikerjakan di selembar kertasdan dikumpulkan

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas

1.Berapakah jumlah pemain bola voli ?
2. Sebutkan gerak spesifik bola voli !
3. Jelaskan cara melakukan gerakan passing bawah !